Makasih Udah Dipinjemin
Ehh, pernah nggak sih lu kepikiran...
Kenapa setiap kehilangan, hal pertama yang muncul di kepala biasanya selalu pertanyaan?
"Kenapa harus sekarang?"
"Kenapa harus dia?"
"Kenapa harus diambil?"
Seolah-olah kita sedang meminta penjelasan atas sesuatu yang sebenarnya nggak selalu bisa dijelaskan. Padahal makin ke sini, gue mulai belajar satu hal yang cukup menampar: Mungkin pertanyaannya bukan "kenapa diambil?" Tapi "udah sempat bersyukur belum karena pernah dipinjemin?"
Karena kalau dipikir-pikir, banyak hal yang kita anggap milik kita sebenarnya cuma titipan.
Orang tua.
Sahabat.
Pasangan.
Teman seperjuangan.
Bahkan umur yang lagi kita jalani hari ini juga bukan sesuatu yang benar-benar kita punya.
Kita cuma sedang diberi kesempatan untuk menjaganya selama beberapa waktu. Dan entah kenapa, manusia sering lupa bagian itu. Kita terlalu fokus pada perpisahan sampai lupa bahwa sebelumnya pernah ada pertemuan yang begitu indah.
Kita terlalu sibuk menghitung apa yang hilang, sampai lupa mensyukuri apa yang pernah diberikan. Padahal nggak semua orang mendapat kesempatan yang sama.
Ada yang belum sempat mengenal.
Ada yang belum sempat memiliki.
Sedangkan kita pernah diberi waktu untuk tertawa bersama mereka, makan bersama mereka, bercerita bersama mereka, bahkan membuat kenangan yang sampai sekarang masih tersimpan rapi di kepala.
Bukankah itu juga bentuk kasih sayang Tuhan?
Gue nggak bilang kehilangan itu gampang.
Nggak.
Bahkan beberapa kehilangan mungkin akan tetap terasa sakit bertahun-tahun kemudian.
Ada nama-nama yang ketika disebut sampai hari ini masih bikin dada sesak.
Ada kursi kosong yang tetap terasa kosong.
Ada nomor yang sudah nggak bisa dihubungi tapi masih kita hafal di luar kepala.
Ada orang yang sudah lama pergi, tapi sesekali masih kita cari di keramaian.
Dan itu manusiawi.
Karena cinta memang nggak otomatis hilang hanya karena seseorang sudah pergi. Tapi di tengah rasa kehilangan itu, gue percaya satu hal. Tuhan nggak pernah ceroboh. Dia nggak pernah salah waktu. Dan Dia nggak pernah mengambil sesuatu tanpa alasan yang lebih besar dari apa yang bisa kita pahami hari ini.
Kadang kita nggak mengerti sekarang. Mungkin juga nggak mengerti sampai bertahun-tahun ke depan. Tapi bukan berarti nggak ada hikmah yang sedang bekerja di balik semuanya. Karena pada akhirnya, hidup ini memang tentang pulang. Kita semua sedang berjalan ke arah yang sama.
Bedanya cuma urutan.
Ada yang berangkat lebih dulu. Ada yang masih diberi waktu sedikit lebih lama. Tapi ujung jalannya tetap sama.
Makanya gue sering berpikir, mungkin orang-orang yang sudah lebih dulu pergi nggak membutuhkan air mata kita sebanyak mereka membutuhkan doa kita.
Doa yang diam-diam kita kirim setelah selesai salat.
Doa yang kita ucapkan pelan sebelum tidur.
Doa yang keluar ketika tiba-tiba rindu datang tanpa permisi.
Dan kalau malam-malam lu masih kepikiran mereka, masih bertanya-tanya apakah lu cukup kuat buat menjalani semuanya tanpa mereka...
Percayalah.
Sampai hari ini lu masih berjalan. Masih bertahan. Masih melanjutkan hidup meski beberapa bagian hati ikut pergi bersama mereka.
Dan itu bukti bahwa Tuhan masih menjaga lu.
Mungkin nggak selalu dengan cara yang kita mengerti. Tapi selalu dengan cara yang kita butuhkan.
Jadi kalau hari ini lu sedang merindukan seseorang yang sudah lebih dulu pulang, coba pelan-pelan bilang:
"Makasih ya, Tuhan. Udah pernah dipinjemin."
Karena meskipun waktunya nggak selama yang kita mau, setidaknya kita pernah dipertemukan
Dan terkadang, itu sudah menjadi hadiah yang luar biasa.

Komentar
Posting Komentar